Rabu, 07 Mei 2014

Mengapa Puasa Nabi Daud adalah Puasa Paling Istimewa?



Puasa Nabi Daud, Puasa Paling Istimewa


Mungkin bagi beberapa orang masih penasaran, apakah puasa Daud serta keutamaannya bagi kita. Dalam agama Islam, ada beberapa macam puasa yang setiap macamnya mengandung begitu banyak keutamaan, seperti puasa ‘senin-Kamis’, puasa di bulan Syawal, puasa di bulan Dzulhijjah, puasa Arofah, puasa Muharrom, puasa Assyuro’, puasa Sya’ban,  puasa di bulan Haram (puasa di 3 bulan yg di hormati) dan dari setiap macam puasa tersebut terdapat keutamaan yang luar biasa pula.

Tahukah Anda apakah  puasa Nabi Daud?
yaitu puasa yang dilakukan oleh Nabi Daud dan umatnya, dimana cara pelaksanaannya yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka (selang-seling) secara istiqomah dan tidak ada batas waktunya. Rukun-rukun puasanya  sama seperti puasa ramadhan, puasa senin-kamis dan puasa yang lainnya. Hukum melaksanakan puasa ini adalah sunnah, apabila dikerjakan maka mendapat keutamaan dan pahalanya dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa. 

Tahukah anda mengapa puasa Daud disebut puasa paling istimewa? 
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا
Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam  malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari.”[1]


Dari hadist tersebut kita mengetahui bahwa puasa Nabi Daud adalah PUASA YANG DICINTAI ALLAH. Beliau (nabi Daud.as) berpuasa sehari dan berbuka sehari, terus menerus begitu sepanjang tahun. Nah, lantaran puasa ini merupakan puasa yang, bisa dikatakan paling istimewa, tidak salah apabila Rasulullah.saw memuji dan menyukai puasa Daud ini, dan bahkan dianjurkan bagi siapapun umat Islam, tentu saja bagi mereka yang berminat, kuat dan ikhlas menjalankannya. Jadi jika ada di antara pembaca ingin mengamalkan puasa Daud, silakan, namun jika kondisi tidak memungkinkan Anda melakukan, tidak perlu dipaksakan, karena masih ada puasa-puasa sunah yang lain.

Dapat diambil kesimpulan dari beberapa sumber bahwa puasa Nabi Daud ini memiliki banyak keutamaan ataupun manfaat, selain pahala yang diberikan oleh Allah langsung.  Adapun beberapa manfaat yang secara umum dialami oleh orang-orang yang menjalankan puasa Daud diantaranya sebagai berikut:
1.           Terjaga dari maksiat
            Maksiat disini bisa berarti luas, ghibah, berkata kasar, berbohong, berbuat sia-sia, zina atau berdiam diri dengan selain muhrim, dan lain-lain. Orang yang senantiasa menjalankan puasa Daud, dengan niat ikhlas karena Allah niscaya akan terpelihara dari berbuat maksiat. Apabila ia akan melakukan suatu pekerjaan yang ada unsur maksiat niscaya akan selalu ada kekuatan ghaib (semacam bisikan) yang secara tiba-tiba menyeruak dalam hatinya. Jasmani dan Ruhaninya seperti ada yang menjaga, pagar yang membuat langkah dan sepak terjangnya selalu dalam bingkai aturan dan ridha Allah. Apabila ia berniat hendak melakukan kejahatan yakni menganiaya orang lain maka Allah akan memberinya rasa iba atau kasihan sehingga ia mengurungkan niat buruknya tersebut.

2.          Tumbuhnya akhlakul karimah (akhlak yang baik)
            Salah satu rahasia Puasa Daud yaitu dikaruniai budi pekerti yang luhur. Manakala bertutur kata senantiasa santun, sabar, rendah hati, suka mengalah, tidak egois, senang berteman sehingga orang lain melihatnya menarik dan penuh kesan.

3.          Menerima pemberian Allah dengan lapang hati
            Orang yang mengerjakan puasa Daud niscaya Allah mengaruniakan kepada orang tersebut rasa menerima terhadap apa saja pemberian Allah baik buruk maupun baik.

4.          Menumbuhkan sifat Hilm (emosi dapat ditahan dengan baik)
            Rasa Hilm atau mampu menahan emosi akan dikaruniakan oleh Allah kepada orang yang istiqomah menjalankan puasa Daud. Sebab pada dasarnya orang yang hendak melakukan puasa Daud harus siap untuk bersifat sabar. Adapun cara mencegah marah itu yaitu dengan berwudhu’, Merubah posisi, dan mencari kesibukan.

5.          Menentramkan jiwa
            Orang yang menjalankan puasa Daud jiwanya akan merasa tentram, sebab ia merasa dekat dengan Allah dan Allah adalah Dzat dapat menolong setiap hamba-Nya yang membutuhkan pertolongan. Ketentraman jiwanya bisa dirasakan dimana saja dan kapan saja. Karena sesungguhnya ketentraman jiwa yang diperoleh oleh orang yang menjalankan puasa Daud tidak terikat oleh ruang dan waktu.

6.          Mendatangkan rejeki yang tidak disangka-sangka
            Puasa Daud bisa menjadi salah satu pintu datangnya rejeki. Tentu saja hal ini adalah rejeki yang dapat mencukupi kebutuhan hidupnya.

7.          Menjadi hamba yang bersyukur
            Bersyukur merupakan salah satu ibadah mulia kepada Allah yang mudah dilaksanakan, tidak memerlukan tenaga dan pikiran. Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterimakasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan bersyukur berarti kita mengingat Allah yang Maha Kaya, Maha Pengasih, maha Penyayang, dan Maha Penyantun. Mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu bersyukur dengan hati nurani, bersyukur ‘billisan’ (dengan ucapan), bersyukur dengan perbuatan yang biasanya dialkukan oleh anggota tubuh.

8.      Suasana Rumah Tangganya senantiasa Harmonis
            Rumah tangga yang harmonis merupakan dambaan setiap orang. Sebab itu rumah tangga yang harmonis itu tercipta suasana yang nyaman, tenang, damai dan menyenangkan hati. Puasa Daud dapat dapat mendukung terciptanya keluarga yang harmonis (sakinah, mawaddah, warahmah). Tetapi bagi anda para istri, tetap saja harus seijin suami.

RINGKASAN
Jika benar-benar ingin melaksanakan Puasa Daud, atau sering disebut Puasa ala Nabi Daud ini, maka hal yang paling baik di awal adalah tekad dan niat yang sungguh-sungguh. Karena pelaksanaanya sehari puasa dan sehari tidak puasa, tetap jangan lupa bahwa ada beberapa hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti hari raya idul Fitri atau bulan ramadhan pun ada ketentuannya sendiri.
Lalu, apakah pelaksanaan puasa Daud ini harus selamanya? Seperti yang sudah saya utarakan, yang penting itu kita konsisten. Mungkin saja di suatu waktu kita sakit satu minggu, nah, setelah sehat, kita lanjutkan lagi puasa Daud tersebut. Dan tentu, idealnya puasa Daud ini dijalankan hingga akhir hayat. Tentu, awalnya terasa berat, karena BELUM TER-BI-A-SA. Tapi jika kita sudah terbiasa, insya Allah, yang ada kita malah ketagihan dan ingin terus menerus melakukannya. Karena apa?
  • Fakta, siapapun yang konsisten melaksanakan puasa Daud, tidak akan pernah mudah sakit. Silakan dibuktikan sendiri, minimal sampai 2 minggu atau 1 bulan saja, dan lihatlah keajaiban yang akan tubuh Anda rasakan. Jadi sebetulnya tak perlu ada kekhawatiran bagi yang akan hendak memulainya karena takut akan jatuh sakit, karena yang ada justru malah sebaliknya, kita menjadi kebal terhadap segala jenis penyakit. Puasa menjadikan sistem pencernaan kita menjadi lentur dan kuat, sehingga membuat sirkulasi darah bekerja secara dinamis. Berbeda dengan mereka yang tidak sekalipun puasa, pencernaan terus-terusan dipaksa bekerja dan menjadi tempat sampah makanan, sehingga menjadi biang penyakit pencernaan. Jadi, berbahagialah bagi siapapun yang mengamalkan puasa Daud semasa hidupnya.
  • Hidup Anda akan berubah 180 derajat. Ketika kita sudah terbiasa melakukan puasa Daud, hal-hal sekecil apapun akan terasa nikmat LUAR BIASA bagi diri kita. Karena apa? Karena kita sudah TERBIASA LAPAR. Ketika kita sudah terbiasa lapar, kita jadi tidak lagi merasa takut apabila sewaktu-waktu tidak punya apa-apa, kita jadi kebal dengan hidup, kita menjadi tenang dan tentram. Soal ketenangan hati ini, itu adalah rahmat dan karunia ajaib Allah. Yang jelas, ketika diri kita sudah membiasakan lapar, kita akan menjadi sosok insan yang akan mudah bersyukur dan bahagia, meskipun hanya makan nasi dengan tempe atau ikan asin saja, kita akan merasa bahagia luar biasa. Aneh memang, tapi itulah keajaibannya.
  • Ketika kita sudah membiasakan puasa Daud dan terbiasa lapar, kita akan lebih peka dengan segala jenis makanan. Kita seperti menjadi sebuah detektor, yang mampu mendeteksi, “Oh, makanan ini jelek, makanan ini buruk, makanan ini tidak baik” dan lain sebagainya. Karena apa, karena ketika kita sudah membiasakan puasa Daud, kita akan lebih mencintai perut yang kosong ketimbang perut yang kenyang, dan kita akan benar-benar benci dengan kenyang, karena kita akan sadar, kenyang itu menjadi sumber malapetaka kesehatan tubuh dan diri.
  • Ketika kita sudah membiasakan diri melakukan puasa Daud dan terbiasa lapar, jiwa sosial kita akan lebih peka. Kita akan lebih mudah tersentuh melihat siapapun yang datang meminta-minta, karena apa, karena kita telah merasakan sendiri, betapa lapar itu menyengsarakan. Maka dari itu, lantaran kita sudah terbiasa lapar, kita menjadi sosok yang tidak tega melihat orang lain lapar. Jadilah kita ringan dalam memberi sedekah dan bantuan kepada orang lain. Rahmat dan pahala berlipatlah yang akan kita dapat.
Dan masih banyak lagi. Silakan, bagi yang hendak dan ingin berpuasa Daud, lakukan sekarang juga, atau esok. Semoga mendapat pengalaman dan manfaat yang lebih besar. Sedangkan bagi yang masih menjalankan Puasa Daud hingga sekarang, tetaplah istiqamah dan konsisten, bahkan kalau perlu ajak orang-orang terdekat, kerabat dan sahabat untuk turut serta melestarikan puasa yang sangat sangat dianjurkan Rasulullah.saw ini.

Dan mohon diingat, puasa Daud ini lebih untuk dan semata untuk Allah saja, jadi jangan sampai kita memberitahukan kepada orang lain kalau kita ini melakukan puasa Daud atau sudah berapa lama kita melakukan puasa Daud. Bukan orang lain yang memberi balasan, tapi Allah, jadi lebih baik dan lebih sempurna apabila kita melakukan puasa Daud ini secara SEMBUNYI-SEMBUNYI, RAHASIA. Cukup dan biar Allah saja yang tahu sudah berapa lama kita melakukan puasa dahsyat ini.
Wallahu a’lam bisshowab..

Kamis, 13 Februari 2014

JIKA DIA BUKAN JODOHKU, YA ALLAH

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku... aku tak ingin mencintai orang yang salah, sungguh... walaupun melupakannya sangat menyakitkan... aku berusaha untuk sanggup... gugurkanlah satu-persatu dengan perlahan semua kenangan yang senantiasa melekat erat dalam ingatanku... karena jika semuanya terhapus dalam waktu sekejap, aku takut itu akan menyiksa diriku sendiri...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... bantulah aku untuk mencabut perasaan tak biasa ini dari hatiku... aku akan merasa bersalah dan mengutukuki diri jika dia yang kini bersemayam anggun di hatiku bukanlah qawwamku... aku sadar itu tidaklah mudah karena akarnya terlanjur membumi di hatiku... tapi, demi keridhoan-Mu, apa yang tidak akan aku lakukan ?

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... kumohon, jangan hadirkan sosoknya lagi dalam mimpi-mimpi malamku... karena itu hanya membuatku semakin berandai-andai dan lalai dari mengingat-Mu...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... jauhkanlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namanya terdengar biasa saja di pendengaranku... karena sungguh, atas perasaan ini aku tak mampu tenang bila mendengar namanya...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... jauhkanlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan wajahnya terlihat biasa saja bagi netraku... karena sungguh atas perasaan ini hatiku tak bisa bergetar wajar bila memandang wajahnya..

Aamiin




(repost)

Kamis, 06 Februari 2014

Menyayangi Tanpa Mengatakan "Aku Sayang Kamu"


  
 
Temans, jawaban apakah yang kita berikan jika Ayah, Ibu, saudara, teman atau bahkan pasangan kita  menanyakan apakah kita menyayangi mereka? pernahkah sekali saja kita menjawab "TIDAK"? tega kah kita mengatakan itu? meski palsu, kita akan mengatakan "Aku sangat menyayangimu". Itulah jawaban ter-aman untuk kemudian lari dari tanggung jawab setelahnya. Betapa tidak, setelah kalimat itu muncul, pasti pendengarnya akan merasa tenang dan tentram. Tapi ketika mereka meminta pembuktian, kata itu seakan tak berarti.

Sadar atau tidak, begitu mudahnya kita mengatakan... aku menyayangimu.... tetapi hanya berhenti sampai disitu dan tidak ada kelanjutannya. Maknanya pun terkaburkan oleh sikap kita sendiri. Saya pun sangat sering melakukan itu. Permintaan orang tua untuk sering saya telfon jarang sekali saya laksanakan, harus Ibu -Ayah dulu yang meminta, baru ada tindak lanjut. Ketika adik saya menceritakan keluhannya disekolah, saya hanya terdiam. Diam bukan berarti saya simpati, diam karena saya tenggelam pada masalah saya sendiri.  Lalu, dimana sayang itu?

Pernahkan terlintas dipikiran kita, bagaimana kita membuat kata 'aku menyayangimu' menjadi samar? Kita hanya menggunakannya untuk keegoisan kita, mencari rasa aman, dan berteduh dari rasa tulusnya kasih sayang seseorang akibat kalimat yg kita berikan itu. Tanpa sadar kita telah mengorbankan tulusnya kesetiaan mereka dengan kebohongan kita. Entah kebohongan itu kita kemas dengan nama 'menjaga perasaan' atau apapun itu, tetaplah semu. Bayangkan jika orang-orang yang menyayangi kita mengetahui kepalsuan kita? masihkan kita punya malu untuk mengulang kata aku menyayangimu untuk mereka lagi?  

Temans, kita masih punya banyak waktu memperbaiki kesalahan kita. Inilah saatnya memberikan ketulusan untuk orang-orang istimewa yang setia menyayangi kita dengan perlakuan yang tulus, bukan dengan perkataan palsu yang kita tidak bisa buktikan dengan perbuatan. Meskipun kadang kalimat itu ingin mereka dengarkan, tetapi saya yakin mereka akan jauh lebih bahagia jika kita membuktikan kasih sayang kita dengan pelakuan bukan dengan kata gombal penuh kepalsuan. 


...A hug is an amazing thing
It's just the perfect way
To show the love we're feeling
But can't find the words to say....
~Johnny Ray Ryder, Jr., "A Simple Hug"

 

(inspired by Laviola-Riverside and I )

Minggu, 26 Januari 2014

Hujan dan Resiko



Silahkan memilih, tetapi resiko yang menyertai sebuah pilihan tidak bisa dipilih. Waktu juga ‘ndak’ bisa diputar untuk mengoreksi ulang pilihan”


Sore itu hujan turun dengan derasnya, di beranda rumah tak sengaja saya mendengarkan perbincangan serius antara Ibu saya dan Bu Wondo. Dari nada bicara bu Wondo, sepertinya beliau sedang serius menanggapi apa yang ibu saya ceritakan. Penasaran, akhirnya saya bergabung dan menyimak. Ternyata, tidak seserius tanggapan bu Wondo (seharusnya). Saya pun tertawa dalam hati ketika mengetahui yang menjadi bahan pembicaraan adalah HUJAN dan MANTEL. Sepele memang, tetapi poinnya pentingnya yaitu KEBERANIAN- berani mengambil resiko.
“lho, ‘njenengan’ kok basah semua?’ Tanya bu Wondo. “Saya sengaja tidak membawa mantel Bu, ketika berangkat hari masih cerah, lagipula saya sudah cukup berat membawa buku-buku. Saya sudah berhenti untuk berteduh sekian jam, tetapi hujan tak berhenti juga. Padahal, saya ada janji penting dan akhirnya mereka membatalkannya. Apa ini namanya apes Bu?.” Keluh ibu saya.  Sambil tersenyum Bu Wondo berkomentar, “ Apa ‘njenengan’ lupa kalau kita berada di musim hujan bu? Seandainya ‘njenengan’ berani berat, mungkin ini semua tidak terjadi. Bawaan ‘njenengan’ memang sudah terlalu berat, tetapi kalau ‘njenengan’  berani mengambil resiko sedikit lebih berat. Pertemuan pentingnya masih bisa ‘njenengan’ hadiri.”

Kita tidak pernah tau apakah pilihan kita sudah tepat ataukah salah. Tepat atau tidak, resiko pastilah ada. Jangan pernah sesali pilihan, karena waktu tak akan pernah kembali. Ketika hal buruk terjadi dan memaksa  kita untuk menyesali pilihan itu, tentunya kita tidak akan bertahan dengan siksaan rasa sesal itu bukan? Yang harus kita lakukan hanya harus menerimanya, boleh menyesalinya tetapi sebentar,  hanya sebentar, jangan membuang waktu dalam penyesalan. Selanjutnya lakukan sesuatu dan mulailah melupakannya. dari sini kita akan menemukan sebuah pelajaran atau hikmah.
Jadi, resiko kadang laksana hujan, kalau kita siap, kita bisa melewatinya. tapi kalau kita tak memiliki persiapan, kita hanya harus membuang waktu sekian ratus bahkan sekian ribu detik untuk menunggunya reda. Jadi, persiapkan dirimu menghadapi semua resiko kehidupan ...

Sabtu, 25 Januari 2014

Yang Terabaikan

Untukmu yang selalu membuatku tak ingin memejamkan mata meski sebenarnya aku mengantuk.
Untukmu yang selalu bisa membuatku tertawa menghadapi dunia walau sebenarnya di pundakku begitu banyak beban yang kupikul.
Untukmu yang bisa tau aku menangis tanpa melihatku, dan tanpa ku ucapkan sepatah katapun.
Untukmu yang hanya bisa kurasakan hangatmu dalam anganku.
Dan untukmu yang hanya bisa kudengar suaramu....

Tak ada nama untuk perasaan ini, perasaan yang lebih mulia dari teman, dan lebih indah dari cinta.
Aku sadar kehadiranmu yang sekejap ini telah mampu membuat banyak perubahan dihidupku.
Dari jalan yang mendatar, menjadi jalanan yang berliku penuh tantangan.
Dari abu-abunya langitku, menjadi cerah dan penuh warna.
Kamu yang bisa membuatku berani mengambil keputusan yang sama sekali tak pernah terpikirkan resikonya.

Jika aku tau kamu bisa memberiku mata air dipadang gersangya hatiku, mungkin sudah sejak pertama kali aku melihatmu, aku seharusnya mengijinkanmu memasuki hatiku.
Sehingga bisa lebih lama kurasakan warna langitku yang tak hanya abu-abu.
Sehingga aku bisa merasakan rasa 'nyaman' itu lebih lama.
Seharusnya aku tak melewatkanmu begitu saja.

Kini, menyesali hal lalu tidaklah berguna.
Aku akan terus memintaNYA untuk memberikah yang terbaik untuk kita.
Hingga nanti aku bisa menggenggammu dalam nyata.
namun, jika nanti langitku kembali menjadi abu-abu, dan tak ada aku dihatimu lagi.
Tetaplah mengingatku, seperti lautan yang tak pernah surut.
Aku akan selalu ada untukmu...







Jumat, 03 Januari 2014

Kesempatan Terakhir...

Ketika itu, aku menemukanmu di persimpangan jalanku, jalan terakhirku untuk rasa yang kau sebut itu cinta. 

Kuambil arah berlawanan agar kita tak bertemu diujung sana. Ku tersentak dan menengokmu sejenak. Tatapanmu menahanku untuk melanjutkan jalan. apalagi ini....

Untuk kemudian  aku berbalik arah beranjak menujumu. Aku menjadi murka ketika itu. Kubawa serta segala amarah,kesedihan dan penyesalan menyusulmu. 

Pandanganku menerawang jauh ke masa lalu. Berusaha mengenang setiap peristiwa yang ku lalui hingga ku temukan kau di persimpangan ini, walau sekedarnya. Aku masih bertahan dengan amarah dan kesedihanku. Tak kutemukan penawarnya jua. Kita terlahir bersama tapi tidak untuk satu.

Kini kita di jalan yang sama. Namun kita tak bisa beriringan. Aku hanya bisa memohon pada Pencipta-Kita. Untuk sebuah kesempatan terakhir, terakhir agar aku bisa menjadi Ratu dihatimu, menjadi detak dijantungmu.  Namun bila kesempatan itu tak jua datang, aku akan tetap menjadi penikmat indahnya dirimu. Karena dengan melihatmu tersenyum dan mendengar tawamu, itu adalah bahagiaku yang tak ternilai...



Sabtu, 07 Desember 2013

JUST INTAN... :)


Hellooooo.... :) nice to know you ( ngarep banget nantinya akan ada seseorang yg komentar kayak gitu, hehehe).Ketika aku bingung memilih teman yg mana untuk bertukar cerita, ketika fikiranku melayang tak jelas, ketika didepan PC kerjaku berisi angka-angka tak terhingga, dan ketika aku punya banyak waktu bercerita tetapi malas mengeluarkan suara, akhirnya lahirlah blog ini. Setelah aku memilih menyerah mengingat password blog dan email sebelumnya, blog ini akan menjadi temanku berbagi. dan harapanku blog ini bisa membawa manfaat, kita bisa saling bertukar pikiran disini. :)

Temans, tidaklah penting siapa aku, dari mana asalku dan anak siapa aku. Tetapi lihatlah tentang bagaimana aku di setiap cerita yg kutuliskan. Senang sekali bisa berbagi dan hopefully bisa menginspirasi yaaa.... hehehe... karena langit itu tak selalu berwarna biru, dia bisa berubah menjadi kemerahan, kehitaman, dan lainnya asal kita tau kapankah saatnya itu. Juga dengan hidup ini, tak selalu datar, tak selalu berwarna abu-abu, hingga nanti saatnya kamu menemukan sesuatu ataupun seseorang yang membuatnya lebih berarti. Jadilah dirimu sendiri dan bebaslah seperti angin berhembus... BETTER LIFE...