Silahkan memilih, tetapi resiko yang menyertai sebuah pilihan tidak bisa dipilih. Waktu juga ‘ndak’ bisa diputar untuk mengoreksi ulang pilihan”
Sore itu hujan
turun dengan derasnya, di beranda rumah tak sengaja saya mendengarkan perbincangan
serius antara Ibu saya dan Bu Wondo. Dari nada bicara bu Wondo, sepertinya
beliau sedang serius menanggapi apa yang ibu saya ceritakan. Penasaran,
akhirnya saya bergabung dan menyimak. Ternyata, tidak seserius tanggapan bu
Wondo (seharusnya). Saya pun tertawa dalam hati ketika mengetahui yang menjadi
bahan pembicaraan adalah HUJAN dan MANTEL. Sepele memang, tetapi poinnya pentingnya
yaitu KEBERANIAN- berani mengambil resiko.
“lho,
‘njenengan’ kok basah semua?’ Tanya bu Wondo. “Saya sengaja tidak membawa
mantel Bu, ketika berangkat hari masih cerah, lagipula saya sudah cukup berat
membawa buku-buku. Saya sudah berhenti untuk berteduh sekian jam, tetapi hujan
tak berhenti juga. Padahal, saya ada janji penting dan akhirnya mereka
membatalkannya. Apa ini namanya apes Bu?.” Keluh ibu saya. Sambil tersenyum Bu Wondo berkomentar, “ Apa
‘njenengan’ lupa kalau kita berada di musim hujan bu? Seandainya ‘njenengan’
berani berat, mungkin ini semua tidak terjadi. Bawaan ‘njenengan’ memang sudah
terlalu berat, tetapi kalau ‘njenengan’
berani mengambil resiko sedikit lebih berat. Pertemuan pentingnya masih
bisa ‘njenengan’ hadiri.”
Kita tidak pernah
tau apakah pilihan kita sudah tepat ataukah salah. Tepat atau tidak, resiko
pastilah ada. Jangan pernah sesali pilihan, karena waktu tak akan pernah
kembali. Ketika hal buruk terjadi dan memaksa kita untuk menyesali
pilihan itu, tentunya kita tidak akan bertahan dengan siksaan rasa sesal itu
bukan? Yang harus kita lakukan hanya harus menerimanya, boleh menyesalinya
tetapi sebentar, hanya sebentar, jangan membuang waktu dalam penyesalan.
Selanjutnya lakukan sesuatu dan mulailah melupakannya. dari sini kita akan
menemukan sebuah pelajaran atau hikmah.
Jadi, resiko
kadang laksana hujan, kalau kita siap, kita bisa melewatinya. tapi kalau kita
tak memiliki persiapan, kita hanya harus membuang waktu sekian ratus bahkan
sekian ribu detik untuk menunggunya reda. Jadi, persiapkan dirimu menghadapi
semua resiko kehidupan ...

