Sabtu, 25 Januari 2014

Yang Terabaikan

Untukmu yang selalu membuatku tak ingin memejamkan mata meski sebenarnya aku mengantuk.
Untukmu yang selalu bisa membuatku tertawa menghadapi dunia walau sebenarnya di pundakku begitu banyak beban yang kupikul.
Untukmu yang bisa tau aku menangis tanpa melihatku, dan tanpa ku ucapkan sepatah katapun.
Untukmu yang hanya bisa kurasakan hangatmu dalam anganku.
Dan untukmu yang hanya bisa kudengar suaramu....

Tak ada nama untuk perasaan ini, perasaan yang lebih mulia dari teman, dan lebih indah dari cinta.
Aku sadar kehadiranmu yang sekejap ini telah mampu membuat banyak perubahan dihidupku.
Dari jalan yang mendatar, menjadi jalanan yang berliku penuh tantangan.
Dari abu-abunya langitku, menjadi cerah dan penuh warna.
Kamu yang bisa membuatku berani mengambil keputusan yang sama sekali tak pernah terpikirkan resikonya.

Jika aku tau kamu bisa memberiku mata air dipadang gersangya hatiku, mungkin sudah sejak pertama kali aku melihatmu, aku seharusnya mengijinkanmu memasuki hatiku.
Sehingga bisa lebih lama kurasakan warna langitku yang tak hanya abu-abu.
Sehingga aku bisa merasakan rasa 'nyaman' itu lebih lama.
Seharusnya aku tak melewatkanmu begitu saja.

Kini, menyesali hal lalu tidaklah berguna.
Aku akan terus memintaNYA untuk memberikah yang terbaik untuk kita.
Hingga nanti aku bisa menggenggammu dalam nyata.
namun, jika nanti langitku kembali menjadi abu-abu, dan tak ada aku dihatimu lagi.
Tetaplah mengingatku, seperti lautan yang tak pernah surut.
Aku akan selalu ada untukmu...







Tidak ada komentar:

Posting Komentar