Ketika itu, aku menemukanmu di persimpangan jalanku, jalan terakhirku untuk rasa yang kau sebut itu cinta.
Kuambil arah berlawanan agar kita tak bertemu diujung sana. Ku tersentak dan menengokmu sejenak. Tatapanmu menahanku untuk melanjutkan jalan. apalagi ini....
Untuk kemudian aku berbalik arah beranjak menujumu. Aku menjadi murka ketika itu. Kubawa serta segala amarah,kesedihan dan penyesalan menyusulmu.
Pandanganku menerawang jauh ke masa lalu. Berusaha mengenang setiap peristiwa yang ku lalui hingga ku temukan kau di persimpangan ini, walau sekedarnya. Aku masih bertahan dengan amarah dan kesedihanku. Tak kutemukan penawarnya jua. Kita terlahir bersama tapi tidak untuk satu.
Kini kita di jalan yang sama. Namun kita tak bisa beriringan. Aku hanya bisa memohon pada Pencipta-Kita. Untuk sebuah kesempatan terakhir, terakhir agar aku bisa menjadi Ratu dihatimu, menjadi detak dijantungmu. Namun bila kesempatan itu tak jua datang, aku akan tetap menjadi penikmat indahnya dirimu. Karena dengan melihatmu tersenyum dan mendengar tawamu, itu adalah bahagiaku yang tak ternilai...
Jumat, 03 Januari 2014
Kesempatan Terakhir...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

miris
BalasHapus